Showing posts with label jalak. Show all posts
Showing posts with label jalak. Show all posts

Sunday, October 10, 2021

Metode Membuat Burung Mabung

 


Para Kicau mania biasanya menginginkan momongannya mabung untuk beberapa tujuan, seperti :
- Setting Ulang burung
- Mastering
- Ganti bulu baru, untuk burung yg bulunya rusak. biasanya tangkapan hutan (proses penjinakan) atau bulu burung yang rusak krn dipulut (burung lepas)

menurut beberapa sumber, baiknya burung "dimabungkan" karena memang sudah saatnya mabung (dapat diketahui dari jatuhnya bulu dengan sendirinya, bulu sudah terlihat kusam dan kering) agar tidak merusak siklus normal mabungnya burung.

dialam liar burung itu mabung dikarenakan 2 faktor :

  • External : cuaca, biasanya apabila kelembaban tinggi (gerah), makanan berlimpah
  • Internal : bawaan hormon, siklus normal setiap burung
ada 2 metode untuk membuat burung mabung (ambrol)
 
metoda treatment internal (asupan)
  1. Terapi susu bubuk : campurkan susu bubuk putih bersama voer kegemaran burung, pantau kondisi burung jika bulu sudah ambrol hentikan campuran susunya. terusin dengan pemberian voer aslinya saja. hingga burung selesai mabung, lalu kembali ke settingan burungnya.
  2. Mengganti voer yang biasa diberikan kepada burung dengan voer ayam, dianjurkan 511 produksi PT Charoen Pokphand. oh iya yg berkode 511 polos bukan yg 511-bravo. bulu burung akan segera ambrol. berikan hingga proses ambrol tuntas.
  3. campurkan voer kegemaran burung anda dengan kuning telor bebek. lalu angin-anginkan. berikan kepada burung seperti biasa, jika bulu sudah menunjukkan gejala ambrol. hentikan pemberian voer campur kuning telor tadi lalu berikan voer aslinya
 
 
 
metoda treatment external (rekayasa lingkungan)
  1. Okupsasi : dasar sangkar ditabur kapur mati (yang sudah direndam air lalu dikeringkan), lalu atasnya ditaburi lagi dengan dedak halus. lalu full kerodong. tempatkan sangkar ditempat tenang dan sepi. letakkan wadah air didalam sangkar supaya kelembaban menjadi tinggi.
  2. sangkar full kerodong, ditempatkan di tempat teduh yg beratap seng atau asbes dan tenang. lalu gunakan kerodong berbahan katun tebal. beri wadah air didalam sangkar untuk menginjek kelembaban menjadi tinggi.

demikianlah beberapa metoda memabungkan burung,
beberapa burung sukses mabung dengan "salah satu" metode diatas

semoga bermanfaat
salam kicau mania

Cara Melatih Burung Makan Voer

ilmukicau.blogspot.com

Mengajari burung makan voer adalah salah satu tahapan penting dalam merawat burung.
Kenapa penting?

 1. Pada kenyataannya karena alasan harga dan lain hal, kita hanya sanggup membeli burung Bakalan [tangkapan hutan]. burung tangkapan hutan ini [terlebih yang masih dalam kondisi ombyokan] rata-rata belum mau ngevoer. Untuk itu mau gak mau kita harus mengajarinya.
2. Khususnya burung rumahan dengan status Rumahan, voer adalah makan yang vital. Sehingga jika burung kita mau ngevoer, kita tidak akan kuatir jika sewaktu-waktu burung kita harus ditinggal pergi barang sehari dua hari.
3. Banyak pelomba yang anti voer terutama Murai batu, Kacer, Cucak ijo karena alasan performance, sehingga makanannya adalah full EF. Tapi tidak sedikit juga pelomba yang lebih suka kalau burung mau ngevoer. Karena dengan makanan tambahan voer [bukan full EF] mereka meyakini akan lebih gampang mengontrol tingkat birahi.
4. Alasan ekonomi dan ketersediaan EF. Anda masih ingat waktu-waktu bulan puasa dan Lebaran kemarin? Harga kroto, jangkrik, UH, UK maupun EF yang lain melonjak gila-gilaan. Sudah mahalnya minta ampun, barangnya suka gak tersedia di kios-kios burung. Untuk yang burungnya tidak mau ngevoer, hal ini tentu menjadi masalah yang tidak kecil.
5. Dengan mau mengkonsumsi voer, artinya burung anda mampu beradaptasi dari makanan asli di habitatnya. Dan ini bukan tidak ada harganya. Coba tanya ke penjual burung. Selalu burung yang sudah ngevoer dibanderol lebih mahal daripada yang belum.

 
Berikut tahapan agar burung bakalan cepat ngevoer :


-Burung Pemakan Serangga (MB, Kacer, Ciblek, Sulingan, dll)
1. Pada saat anda memilih burung bakalan, anda harus yakin dgn melihat sendiri, bahwa burung bakalan yang akan anda beli mau memakan EF seperti jangkrik atau Ulat Hongkong pada saat diberikan. Ini paling penting, karena dari hal tsb, kita bisa yakin bahwa burung bakalan tsb mau makan dan tidak bermasalah dgn mulut dan pencernaannya.
Triknya, coba lempar UH atau jangkrik kecil pada burung bakalan, jika langsung mau dimakan berarti resiko awal sudah terlewati.
2. Persiapkan kandang untuk burung bakalan yang baru kita dapat.
Sebaiknya kandang berupa kandang berbentuk persegi dan diletakkan agak sedikit rendah.
Saya memilih Kandang persegi, karena mudah untuk digantung menempel ke dinding, dibandingkan kandang bulat. Pada tahap awal usahakan kandang tetap stabil, artinya jangan sering diganggu dan dipindah-pindah, sampai burung bakalan tsb makan voer.
Letak yang sedikit rendah, maksudnya untuk memudahkan pemantauan terhadap makanan dan kotoran burung bakalan tsb.
3. Sebelum kita masukan burung bakalan yang baru ini ke dalam kandang, sebaiknya burung dibasuh sedikit dengan air. Hal ini berguna untuk menurunkan stress dari burung selama perjalanan maupun pada saat kita masukkan ke dalam kandang baru. letakkan mangkok mandi dalam sangkar untuk kebutuhan mandi burung tsb. Karena biasanya setelah dibasuh, burung akan langsung mandi dalam mangkok mandi.
4. Setelah itu, coba berikan voer favorit anda yang sudah terlebih dahulu dihaluskan (sehalus tepung).
Lalu campurkan kroto dan lumatkan dalam voer halus. lumatkan sehingga voer melekat pada bagian kroto yang lumat (bisa dengan dibasahi sedikit).
5. tempat makanan diletakkan didasar kandang dan cari yang besar. Ini untuk memudahkan burung melihat lokasi makanan dan merangsang burung untuk mau cepat makan.
Dialamnya, burung-burung serangga adalah jenis burung yang suka turun ke tanah dalam mencari makan. Jadi pada tahap awal sebaiknya letak tempat makanan tidak harus sejajar dgn tangkringan.
6. Lakukan proses ini 3 kali sehari, pagi, siang dan sore.
7. Jika voer terlihat kotor, sebaiknya langsung diganti dgn voer yang baru.
8. Jika warna kotoran burung bakalan telah sama dgn warna voer, dan kotorannya juga terlihat sedikit padat, coba campurkan sedikit voer yang kasar.
9. Jika prosesnya berhasil dalam arti kata burung tsb sudah mau makan voer kasar dan tidak perlu lagi bantuan UH yang dilumatkan, berarti Kita sudah berhasil membuat burung bakalan mau memakan voer.
 
 

Burung Pemakan Buah (Cucak ijo, Cucak Jenggot, dll)

Pada burung-burung pemakan buah bisa juga menggunakan cara seperti diatas, 
 atau bisa dengan cara menambahkan voer lembut/kasar pada pisang, cukup ditaburkan pada pisang & biarkan menempel, nantinya saat burung memakan pisang maka otomatis voer akan ikut termakan,







Selamat Mencoba.

 

Sunday, February 3, 2019

Burung Jalak Uren / Suren

Jalak Uren / Suren
 
Burung ini tidak hanya populer karena ocehannya yang memang cenderung berisik dan juga cerewet, burung ini juga merupakan salah satu burung cerdas yang masuk dalam keluarga Sturnidae. Di dalam keluarga Sturnidae tersebut memang memiliki tingkat kecerdasan yang sangat mengagumkan.
Burung jalak satu ini memang diketahui memiliki keahlian seperti jenis burung beo yang dapat menirukan suara dari manusia. Mungkin bisa dibilang untuk kapasitasnya memang tidak sehebat pada burung beo, tetapi kelebihan suara dari burung ini dinilai lebih mencolok jika dibandingkan dengan burung beo. Mungkin karena kelebihannya tersebut, burung yang bernama latin Sturnus contra ini sering kali disebut dengan burung penjaga rumah yang mana jika melihat orang yang asing, dirinya seakan tidak memiliki rasa takut dan bahkan dapat lebih ngotot di dalam bersuara.
Jenis dari burung jalak ini memang yang paling populer di Indonesia, terlebih lagi jenis gracupica contra jalla dan juga gracupica contra floweri. Oleh karena itu kedua jenis burung tersebut memiliki perbedaan yang memang sedikit berbeda. Untuk jenis yang lokal biasanya memiliki ciri pada jambulnya, jambulnya terlihat klimis dan juga berwarna hitam pekat.
Untuk jalak ini sendiri biasanya akan memiliki beberapa bintik cokelat pada paruh pada saat masih muda, dan nantinya akan menghilang dengan sendirinya pada saat menginjak usia dewasa dan akan berubah menjadi warna putih gading. Sementara untuk jalak suren malaysia, terdapat warna putih pada bulu dahinya. Berbeda dengan saudaranya, pangkal dari paruh jalak ini berwarna orange dan selebihnya, keduanya sama – sama memiliki bakat kicauan yang sangat mengagumkan, bahkan sering kali jalak ini digunakan untuk dijadikan sebagai master dari jenis burung penyanyi yang lainnya.
Wilayah dari penyebaran jalak satu ini yang ada di Indonesia paling banyak dapat ditemui di Pulau Sumatera, kemudian Jawa dan juga Bali. Sementara untuk jalak bali kalimantan tentu saja sangat banyak dijumpai di wilayah yang ada di Kalimantan. Di alam yang liar, jalak jenis ini memang sering kali menyukai beberapa tempat dataran rendah yang dekat dengan perairan, tetapi terkadang juga kerap kali terlihat di perbukitan di atas ketinggian 700 meter (dpl).
Pada habitat aslinya, jenis jalak tersebut biasanya akan lebih memilih beberapa pohon besar yang berlubang sebagai tempat tinggalnya dan juga sekaligus digunakan untuk bisa melahirkan anak – anaknya. Di masa reproduksi sendiri, jalak tersebut dapat melahirkan kurang minimal 4 sampai dengan 6 butir telur dan untuk masa pengeramannya sendiri adalah 14 hari.
Sementara untuk jalak suren betina sendiri memiliki bentuk kepala dan tubuh yang cenderung ramping dan juga bentuk badan yang lebih bulat. Warna bulu hitam yang ada pada kepala, leher sampai dengan punggung memang cenderung agak kusam. Kemudian jika dilihat dari suaranya, maka jalak jantan memiliki suara yang lebih keras dan banyak variasi, kemudian jika sedang berkicau biasanya memulainya lebih dulu dan saat bersama – sama berkicau, maka seakan burung jantang yang memimpin kicauan tersebut dan lebih banyak mengeluarkan suara seperti kreek.
Sedangkan untuk jalan betina sendiri memiliki suara kicauan yang lebih lembut dan variasi kicauannya cenderung terbatas, kemudian jika berkicau dengan bersamaan, maka jalak betina ini selalu mengikuti irama kicauan dari jalan yang jantan, selain itu juga lebih banyak mengeluarkan suara seperti orang bersiul meskipin tidak terlalu keras dan juga besar.
Ciri Burung Jalak Suren
Jalak suren ini sendiri memang memiliki beberapa ciri tersendiri. Pada umumnya ukuran dari jalak jenis ini adalah sekitar 20 sampai dengan 24 cm, untuk jalak suren jantan, kepala dan juga paruhnya memiliki ukuran yang lebih besar. Pada bagian punggung, kepala dan juga lehernya memiliki warna hitam mengkilap. Warna putih yang ada pada semua bagian tubuhnya memang terlihat lebih bersih. Untuk bagian anusnya sendiri terdapat warna biru tua dan warna biru tua tersebut nantinya akan dipengaruhi oleh umur. Jika memang usia dari jalak tersebut semakin tua, maka nantinya warna biru tua pada bagian anusnya tersebut akan semakin jelas.
Sementara untuk jalak suren betina sendiri memiliki bentuk kepala dan tubuh yang cenderung ramping dan juga bentuk badan yang lebih bulat. Warna bulu hitam yang ada pada kepala, leher sampai dengan punggung memang cenderung agak kusam. Kemudian jika dilihat dari suaranya, maka jalak jantan memiliki suara yang lebih keras dan banyak variasi, kemudian jika sedang berkicau biasanya memulainya lebih dulu dan saat bersama – sama berkicau, maka seakan burung jantan yang memimpin kicauan tersebut dan lebih banyak mengeluarkan suara seperti kreek.
Sedangkan untuk jalan betina sendiri memiliki suara kicauan yang lebih lembut dan variasi kicauannya cenderung terbatas, kemudian jika berkicau dengan bersamaan, maka jalak betina ini selalu mengikuti irama kicauan dari jalan yang jantan, selain itu juga lebih banyak mengeluarkan suara seperti orang bersiul meskipin tidak terlalu keras dan juga besar.
Kandang Burung Jalak Suren
Untuk ukuran dari kandangnya sendiri memang pada dasarnya sesuai dengan selera setiap pemelihara ataupun penangkarnya. Yang terpenting adalah harus dapat mengkondisikan sangkar tersebut dengan senyaman mungkin untuk dijadikan tempat tinggal bagi burung jalak suren tersebut.
Tetapi jika berdasarkan beberapa pengalaman dari beberapa ahli, sangkar yang nyaman untuk burung tersebut biasanya adalah memiliki ukuran 100 x 175 x 200 cm. Dan pada dalam kandang tersebut juga perlu diberikan beberapa perlengkapan seperti tempat untuk bersarang, kemudian tempat untuk bertengger yang dibuat dari batang kayu dan juga harus disediakan tempat untuk meletakkan pakan dan juga minum dari burung tersebut. Selain itu setiap pemilik burung tersebut sebaiknya perlu menyediakan bak mandi dengan ukuran yang cukup besar pada dalam kandang.
Syarat Keberhasilan Penangkaran Jalak Suren
Untuk syarat agar berhasil dalam penangkaran burung jalak surensendiri adalah tentu saja sangat tergantung dengan bebrerapa hal seperti calon indukan yang berkualitas, kemudian kandang penangkarannya, lalu pakan yang memiliki gizi dan tentu saja lingkungan yang dibuat dengan aman dan juga senyaman mungkin untuk burung tersebut.
Jadi pada intinya adalah burung jalak suren ini merupakan suatu jenis jalak yang banyak diminati oleh pecinta burung jalak karena memiliki ocehan yang bagus dan juga bisa dijadikan sebagai burung penjaga rumah, sehingga jika terdapat orang asing yang mendekat nantinya akan bersuara dan mencegah terjadinya tindak kejahatan.
Sebetulnya tidak ada hal-hal khusus dalam hal perawatan burung Jalak Suren dan secara umum bisa dibilang sama dengan perawatan burung predator lainya. Rutinitas adalah satu hal yang harus anda perhatikan dalam perawatan. Supaya burung kesayangan anda bisa berkicau secara maksimal, ada beberapa hal yang harus anda lakukan dalam perawatan setiap hari. Yaitu :
  1. Mandikan burung setiap hari sekitar pukul 7 : 00 pagi dengan cara disemprot pakai sprayer, dan jika memungkinkan gunakan cepuk supaya burung bisa lebih leluasa. 
  2. Setelah selesai mandi, jangan lupa bersihkan dan ambil kembali cepuk tersebut.
  3. Lalu jemur burung dibawah terik matahari maksimal 1 jam (tergantung teriknya sinar matahari) Setelah selesai penjemuran, angin-anginkan di teras.
  4. Isi cepuk makanannya(Voer) dan ganti air minumnya
  5. Berikan Extra Fooding seperti jangkrik 5 ekor pada pagi hari dan 5 ekor di sore hari. Beri juga makanan lain seperti ulat hongkong 1-3(sebaiknya pilih ulat hongkong yang putih). Kroto juga bisa diberikan 1-2 sendok pagi-sore
  6. Untuk mendapatkan suara Burung Jalak uren yang gacor lakukan pemasteran suara. caranya bisa mendekatkan burung jalak uren pada burung yang memiliki suara indah dan gacor (Burung master). Atau jika tidak memiliki burung lain, bisa menggunakan suara burung dalam bentuk Mp3 dan diputar dengan volume rendah.

 
Buatlah lingkungan di rumah senyaman mungkin untuk burung. Jangan sampai burung tidak merasa nyaman atau terganggu dengan hal-hal lain disekitarnya (Misalnya ada gangguan dari binatang seperti tikus, kucing dll). Hal ini penting karena bisa berpengaruh pada psikis dan fisik burung itu sendiri

Perawatan jalak uren untuk lomba

Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan setelan harian, hanya saja untuk perlombaan kita dituntut untuk menaikkan dan menstabilkan birahi burung agar bermaain stabil di arena lomba.
Berikut ini contoh setelan untuk lomba burung jalak uren:
  1. H-3, beri jangkrik 10 ekor pada pagi hari dan 6 ekor pada sore hari..
  2. H-2, jemur burung secukupnya saja, maksimal 30 menit(penjemuran yang terlalu lama bisa membuat burung jadi lelah, tidak bertenaga)
  3. 1 jam sebelum naik ke atan gantangan kompetisi lomba, beri jangkrik 3 ekor dan ulat hongkong yang berwarna putih sebanyak 10 hingga 20 ekor.
  4. Jika Burung Jalak Suren akan diikutkan kompetisi lagi, beri jangkrik 1 ekor lagi.
  5. Jangan memandikan Burung Jalak Suren saat akan berkompetisi, karena akan menurunkan birahi burung (mandi dilakukan setelah diangin-anginkan pasca lomba)
 
 
 
 
 
 
 
 
Itulah sedikit gambaran perawatan burung jalak uren, semoga bermanfaat.  
salam kicau mania